Meskipun Kota Sabang termasuk kota yang cukup tua di Sumatera, tetapi ternyata kota ini merupakan kota yang paling sedikit penduduknya di Sumatera. Selain Sabang berikut Daftar 10 kota terkecil di Sumatera.
Dari 10 kota berpenduduk terkecil tersebut, 80% adalah kota-kota yang telah ada semenjak zaman Orde Baru, hanya 2 kota yang merupakan DOB yakni Kota Sungai Penuh dan Kota Subulussalam. Sumatera Barat menyumbangkan kota terbanyak, yakni 6 kota, kemudian Aceh 2 kota, dan Jambi serta Sumatera Utara masing-masing 1 kota.
Daftar 10 kota terkecil di Sumatera
- Sabang, Aceh, 30.653.
- Padangpanjang, Sumatera Barat, 47.008.
- Sawahlunto, Sumatera Barat, 56.886.
- Solok, Sumatera Barat, 59.396.
- Subulussalam, Aceh, 67.446.
- Pariaman, Sumatera Barat, 79.043.
- Sungai Penuh, Jambi, 82.293.
- Sibolga, Sumatera Utara, 84.481.
- Bukittinggi, Sumatera Barat, 111.312.
- Payakumbuh, Sumatera Barat, 116.825.
Dalam beberapa tahun terakhir terjadi perkembangan yang pesat dan dinamis di Indonesia termasuk Sumatera. Secara mengejutkan, terjadi perubahan demografis kota-kota di Sumatera. Kota Batam dan Kota Pekanbaru, tiba-tiba saja melejit keempat besar kota terbesar di Sumatera.
Daftar 10 kota terbesar di Sumatera
Dari Daftar 10 kota terbesar di Sumatera tersebut dapat diketahui 3 ibukota provinsi tidak masuk 10 kota terbesar di Sumatera, yakni:
- Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh.
- Pangkal Pinang, ibukota Bangka Belitung.
- Tanjung Pinang, ibukota Kepulauan Riau.
Ada dua propinsi yang jumlah kota terbesarnya lebih dari dua, yakni:
- Sumatera Utara, Kota Medan dan Binjai.
- Riau, kota Pekanbaru dan Kota Dumai.
Salah satu yang prestisius adalah Kota Batam dan Kota Pekanbaru yang berhasil menggeser Kota Bandar Lampung dan Kota Padang. Bahkan, Kota Batam sendiri berhasil menggeser posisi Kota Pekanbaru.
Daftar 10 Kota Terbesar di Sumatera
| No |
Nama Kota |
Propinsi |
Penduduk |
| 1 |
Medan |
Sumatera Utara |
2.097.610 |
| 2 |
Palembang |
Sumatera Selatan |
1.455.284 |
| 3 |
Batam |
Kepulauan Riau |
944.285 |
| 4 |
Pekanbaru |
Riau |
897.767 |
| 5 |
Bandar Lampung |
Lampung |
881.801 |
| 6 |
Padang |
Sumatera Barat |
833.562 |
| 7 |
Jambi |
Jambi |
531.857 |
| 8 |
Bengkulu |
Bengkulu |
308.544 |
| 9 |
Dumai |
Riau |
253.803 |
| 10 |
Binjai |
Sumatera Utara |
246.154 |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
|
Itulah data 10 kota terbesar di Sumatera hasil Sensus Penduduk 2010.
Hari itu sebagaimana biasanya saya menunggu secangkir kopi dari isteri saya. Namun, ditunggu-tunggu datangnya agak terlambat. Saya ingin konfirmasi kenapa kopinya lambat diproses.
Note : tanggung jawab perusahaan
Saat dijumpai, istri saya sedang duduk di depan satu-satunya pohon jambu di depan rumah kami. Dia memperlihatkan 3 carik kertas kecil:
- Kupon undian berlogo kapal api dan ABC dari PT. Santos Jaya Abadi
- Surat Rekomendasi dari Kapolda Metro Jaya
- Prosedur pengambilan hadiah
Saya kemudian mencoba menghubungi No. Handphone yang ada di Kupon tersebut dengan cantuman no HP sebagai Customer Service. Layanan sangat meyakinkan sehingga saya mengikuti prosedur-prosedur yang diinstruksikan hingga akhirnya ada permintaan mengirimkan uang untuk bea mutasi kendaraan. Satu yang menarik, CS tersebut menyarankan untuk tidak memberitahukan kepada orang lain agar tidak ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan.
Langkah inilah yang kemudian membuat saya kemudian sedikit berpikir. Saya kemudian bertanya kepada seorang teman dan jawabannya kemudian mengejutkan. Ternyata sudah banyak terjadi kejadian seperti ini. Artinya penipuan bermodus undian Nissan Grand Livinna ternyata sudah marak, bahkan sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.
Mencari referensi di internet, ternyata sangat berjibun artikel, postingan dan diskusi mengenai penipuan berbasis hadiah tanpa diundi Kapal Api Mocca ini. Bahkan jawaban dari CS resmi Kapal Api sudah jelas agar konsumen berhati-hati.
Tanggung Jawab Perusahaan
Satu pertanyaan bagi kita adalah bagaimana penipuan ini bisa masuk ke produk resmi dari perusahaan yang dijual melalui agen resmi. Ada apa ini?
Banyak kecurigaan yang timbul. Dari berbagai referensi di internet, banyak pihak yang menuduh bahwa hal ini adalah semacam strategi pemasaran (marketing) dari PT. Santos Jaya Abadi.
Tuduhan ini masuk akal, karena dari berbagai kasus bahwa kejadian ini telah lama, kenapa perusahaan sepertinya membiarkan hal ini terjadi. Siapa yang memiliki akses dalam pengemasan produk? Kenapa perusahaan setelah terjadinya berbagai kasus tidak memperketat proses pengemasan?
Seandainya perusahaan bertanggung jawab, mereka harus mensosialisasikan hal ini kepada konsumen. Perusahaan pun dapat mengadakan pengecekan ulang produk-produknya hingga yang sampai ke konsumen benar-benar clear.
Masuknya tambahan dalam produk ini jika memang bukan inisiatif perusahaan, menunjukkan bahwa kontrol perusahaan sangat lemah. Bagaimana jika content dari produk yang dikemas diubah?
Terakhir, pihak berwenang berhak mencabut produk karena sangat merugikan dan membahayakan konsumen.
Indonesia termasuk negara berpenduduk terbesar di dunia. Pada tahun 2008 jumlahnya sudah melebihi angka 200 juta. Jumlah sebanyak itu merupakan potensi besar dalam dunia pemasaran, termasuk pemasaran software. Sayangnya, saat ini mayoritas software yang beredar adalah bajakan. Usaha-usaha penertiban yang dilakukan sepertinya tidak berarti. Apakah berarti Indonesia tidak bisa dibebaskan dari pembajakan software?
kunci : publikasi – pengajian – iklan – distribusi
Publisher software internasional tidak mengerti struktur masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sebenarnya sangatlah unik. Meskipun Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tetapi karakter bangsa Indonesia tidaklah sama seperti masyarakat Timur Tengah, karena latar belakang etnis, budaya dan geografis Indonesia adalah Asia Tenggara yang berdekatan dengan masyarakat Asia Timur dan Asia Selatan. Indonesia berbeda dengan Cina, karena pengaruh Islam dominan. Indonesia berbeda dengan Malaysia, karena ada pengaruh sejarah dan kebudayaan Hindia Belanda. Perilaku dan pola pikir bangsa Indonesia yang unik, membutuhkan suatu pendekatan yang khusus pula, agar penertiban budaya bajak ini dapat dihilangkan atau setidak-tidaknya dikurangi.
Ada dua faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengurangi pembajakan software di Indonesia:
- Harus ada publikasi bahwa pembajakan adalah suatu aktivitas yang salah.
- Harus ada solusi bagi masyarakat yang sudah sadar dan ingin mendapatkan software yang legal.
PUBLIKASI
Sebenarnya ada 3 aturan yang diikuti oleh bangsa Indonesia yakni adat istiadat, agama dan hukum negara. Hal inilah yang sering diabaikan oleh banyak perusahaan. Perusahaan software besar seperti Microsoft hanya melakukan pendekatan hukum negara, oleh karenanya penertiban pembajakan tidak pernah sukses.
Untuk sukses, sekurang-kurangnya harus diadakan sosialisasi melalui pendekatan keagamaan bahwa perbuatan membajak adalah salah karena melanggar hukum agama yakni menzalimi satu pihak yakni pembuat software. Pembajakan di Indonesia sama halnya dengan korupsi, banyak pelakunya yang tidak sadar bahwa perbuatan itu salah. Banyak di antara koruptor dan pembajak di Indonesia pada dasarnya tidak ingin melakukan perbuatan illegal yang diharamkan, misalnya mereka tidak mencuri, tidak minum alcohol, tidak melacur. Namun, mereka melakukan tindak korupsi dan membajak, kenapa? Karena, akibat dari kejahatan ini tidak bersifat nyata. Karenanya, perlu sosialisi agar public tahu bahwa pembajakan merupakan kejahatan. Para pembuat software adalah korbannya.
Sosialisasi melalui pendekatan keagamaan di Indonesia sebenarnya mudah. Sekurang-kurangnya ada dua model yang tersedia, yakni melalui pengajian dan iklan.
Sosialasi melalui Pengajian
Memberitahukan kepada masyarakat bahwa pembajakan adalah illegal dan melanggar hukum agama serta berdosa dapat dilakukan dengan melibatkan dua unsur yakni organisasi keagamaan dan tokoh agama.
Di Indonesia terdapat organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas seperti NU dan Muhammadiyah. Kebanyakan masyarakat muslim Indonesia berada di bawah pengaruh salah satu organisasi keagamaan tersebut. Dengan melakukan pendekatan dengan pimpinan lembaga keagamaan tersebut, dengan mudah sosialisasi dapat dilakukan.
Tokoh-tokoh agama dari kalangan dai-dai popular seperti Zainuddin MZ, Aa Gym, UJ memiliki jaringan massa yang banyak. Maka, dekatilah mereka.
Sosialisasi melalui Iklan
Perkembangan internet dan televisi di Indonesia telah memberikan perubahan dalam dunia periklanan. Televisi adalah media periklanan yang paling cepat dan kuat memberikan pengaruh pada public saat ini. Meletakkan iklan pada jam tayang yang tepat pada stasiun TV yang tepat mendatangkan hasil yang lebih tepat.
Publikasi melalui internet di Indonesia masih bermasalah. Sama halnya dengan pemirsa televisi, pengguna internet di Indonesia adalah komunitas yang hampir tidak pernah membeli koran. Dan ketika berselancar di internet pun mereka jarang membuka situs-situs koran. Aktivitas internet di Indonesia terpusat pada tiga kegiatan pokok, yakni online games, social activities (chatting/forum/friendster/multiply) dan blogging. Masalahnya, blog-blog berbahasa Indonesia saat ini belum diterima oleh jaringan periklanan internasional sehingga dengan demikian peluang untuk mempublikasikan iklan melalui media internet menjadi kecil. Suatu langkah baru harus ditempuh, yakni dengan menciptakan suatu program afiliasi yang mudah diikuti oleh blogger-blogger Indonesia dengan ciri khas bahwa hasil usaha mereka dapat diterima oleh mereka dengan mudah. Program alternatif tersebut harus melibatkan lembaga keuangan yang memiliki jaringan yang luas di Indonesia.
DISTRIBUSI
Ada satu hal yang sangat krusial, apabila seorang Indonesia ingin mendapatkan software yang legal ke mana mereka harus membeli? Inilah salah satu permasalahan yang belum diperhatikan sampai saat ini. Di mana dan bagai mana saya bisa mendapatkan software yang legal? Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari masyarakat daerah di Indonesia. Dan pertanyaan tersebut sampai sekarang tampaknya belum terjawab.
Mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso dan gubernur Gorontalo Fadel Muhammad akan berpasangan dalam Pilpres yang akan datang. Peluang itu sudah terlihat, seperti yang diuraikan plinplan dan Bisnis Indonesia kedua pemimpin tersebut terlihat saling memuji. Sutiyoso terang-terangan menyatakan minatnya merangkul Fadel dan Fadel tak menampiknya. Keduanya adalah dambaan pemimpin yang tegas dan inovator.
Ini adalah suatu angin segar dalam dunia kepemimpinan Indonesia yang selama ini seperti kekurangan darah. Banyak calon-calon pemimpin yang ditawarkan adalah muka-muka lama yang nyata-nyata sudah kadaluarsa. Sebaliknya kedua calon pemimpin ini adalah tokoh yang baru dimunculkan untuk alternatif pemimpin bangsa, namun karya nyatanya terlihat nyata.
Tegas
Sutiyoso adalah obat luka bagi masyarakat yang telah salah memilih SBY. SBY yang berasal dari militer diharapkan menjadi pemimpin yang tegas, namun nyatanya plin-plan. SBY adalah dukungan rakyat, namun ternyata masih takut dengan DPR. Padahal kalau umpamanya SBY selama ini tegas, dan DPR nakal, rakyat pasti tidak akan tinggal diam. Tetapi, SBY tidak menyadari hal itu. Dan Sutiyoso selama memimpin Jakarta sudah terlihat ketegasannya. Sutiyoso berani mengambil resiko dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang tidak populis namun harus dilakukan. Hal inilah yang tidak ada pada SBY. SBY ingin tetap dikenang sebagai seseorang yang menyenangkan. SBY lupa bahwa dia adalah presiden, bukan artis meskipun beliau sudah mengeluarkan album.
Inovator
Fadel Muhammad adalah seorang inovator sejati. Kemampuan manajemennya terlihat nyata selama memimpin Gorontalo. Fadel penuh dengan ide-ide baru untuk mengembangkan provinsinya yang dibandingkan dengan provinsi lain, kekayaan alamnya tidak seberapa. Oleh karenanya, Insya Allah, Fadel akan mampu membuat terobosan baru bagi ekonomi dan manajemen pemerintahan Indonesia, tidak seperti JK yang pada dasarnya hanyalah budak atau penjiplak kebijakan IMF saja.
Langkah kedua pemimpin ini memang masih panjang:
- Tidak jelasnya partai pendukung mereka. Golkar sudah dipastikan akan lebih mengakomodir JK daripada Fadel dan partai-partai besar akan mengakomodir Ketua partainya daripada Sutiyoso untuk calon menuju R1.
- Popularitas mereka kurang. Fadel selama ini terlalu lama bertapa di Gorontalo. Tidak banyak nongol di layar kaca seperti pemimpin-pemimpin lainnya. Begitu juga Sutiyoso. SBY,JK, Megawati, Gus Dur adalah tokoh-tokoh yang sudah bosan dilihat masyarakat Indonesia di Televisi. Dan Wiranto pun sudah rutin hadir lewat kampanye-kampanyenya di Saluran TV Nasional, tetapi Sutiyoso sampai saat ini belum mengambil aktivitas serupa.
Chris Garret menyatakan bahwa berkomentar itu bagus buat blogger. Ada 10 alasan untuk itu:
- Berkomentar sangat tepat dilakukan. Bagaimana blog kita akan dikomentari sementara tidak sempat mengomentari blog orang lain.
- Bersahabat dan mempengaruhi. Blogging adalah aktivitas jaringan, orang akan nge-link ke kamu jika dia pernah mendengar kamu.
- Klik. Orang akan mengklik link kamu untuk menemukan hal menarik lainnya yang kamu tulis.
- Mengembangkan wawasan blogging. Dengan mengomentari berarti melatih otak untuk memikirkan sesuatu yang menarik.
- Membuat isi yang commentable. Dengan mengamati posting yang dikomentari, berarti mengembangkan kemampuan bagaimana mengundang komentar.
- Komentar = ide. Komentar dapat diperluas menjadi posting.
- Kamu tidak tahu siapa yang membaca.
- Apa yang kamu berikan, kamu dapatkan lebih banyak. Apa yang dikomentari akan kembali kepada kamu.
- Menjaga kebugaran. Latihan otot menulis, makin sering dilatih makin meningkat.
- Berkomentar pada blog yang segar untuk perspektif yang lebih segar. Dengan berkomentar pada blog yang baru tiap hari, berarti membuka ide-ide dan wawasan baru.
Dr. (HC) Irc. Ciputra, Begawan properti Indonesia, pria kelahiran Parigi, Sulteng, 24 Februari 1931, yang mengembangkan berbagai proyek prestisius menyatakan bahwa meski berat dan penuh liku, bangsa ini membutuhkan banyak entrepreneur untuk keluar dari belitan kemiskinan dan pengangguran. “Meski berat, saya yakin kita sanggup. Bangsa ini pasti sanggup, jangan terlalu bergantung pada orang lain. Mari berusaha dengan karya kita sendiri,” katanya bersemangat. Dia menilai, jalan untuk mengentaskan bangsa ini dari lingkaran setan kemiskinan adalah menciptakan sebanyak mungkin entrepreneur.
Untuk bisa menjadi sebuah negara yang makmur, dia melanjutkan, dibutuhkan setidaknya dua persen entrepreneur dari total jumlah penduduk. Di Indonesia saja, saat ini baru 0,18 persen atau baru sekitar 400.000 orang saja. Sementara jika dibandingkan di AS 2007 memiliki 11,5 persen entrepreneur dan SIngapura dengan penduduknya yang hanya 4,24 juta pada 2005 jumlah entreprenerunya 7,2 persen.
Kesalahan terjadi karena sistem pendidikan yang sudah mengakar dari dulu, namun keliru besar. Di mana kita lebih sering disuruh menghapal bukan mencipta. Faktanya kemampuan menghafal sangat jarang digunakan dalam paktik kehidupan sehari-hari. Karena itu, kunci untuk menumbuhkan kemampuan berwirausaha adalah dengan intervensi melalui lembaga pendidikan. Desain pendidikan nasional lebih berorientasi pada pembentukan SDM pencari kerja, bukan SDM pemberi kerja.
Entrepreneur mampu menciptakan peluang dan selalu menjadi innovator. Entrepreneur sejati pasti berani mengambil resiko.
Kata-kata moratorium menjadi istilah yang banyak ditulis akhir-akhir ini. Usulan yang dipopulerkan Wapres Jusuf Kalla ini, seakan-akan menjadi jawaban atas kegalauan Pemerintah Pusat terhadap demam pemekaran yang kini melanda daerah-daerah. Sebuah usulan yang tentu saja akan ditentang habis-habisan oleh masyarakat daerah, terutama yang berhasrat mencari keadilan.
Apa tidak ada jalan lain?
Isu pemekaran pada dasarnya timbul akibat adanya diskriminasi alokasi yang wujudnya dapat dibagi dua macam, yakni alokasi SDM dan alokasi pembangunan.
Otonomi daerah pada prinsipnya merupakan suatu hal yang sangat positif karena memberikan banyak kesempatan pada daerah untuk menentukan sendiri kebijakan-kebijakannya tanpa terlalu disetir oleh pusat. Tapi sayangnya, otonomi daerah tidak diikuti oleh desentralisasi di tingkat daerah itu sendiri. Oleh karenanya, dalam hal pengalokasian pembangunan, yang banyak mendapatkan jatah hanyalah daerah seputar ibukota daerah, dan pejabat-pejabat yang berpeluang untuk duduk menikmati kewenangan yang diterima oleh daerah pun hanyalah pejabat-pejabat yang berasal dari ibukota daerah.
Pada masa lalu sering diungkapkan kecemburuan kepada pusat (Jawa) semisal," Bahkan jalan-jalan tingkat desa pun diaspal, sementara di luar Jawa jalan-jalan tingkat kabupaten atau bahkan tingkat propinsi pun masih jalan tanah." Ungkapan ini sekarang berubah seiring dengan berlakunya otonomi daerah, bahkan "jalan-jalan tingkat RT pun di ibukota kabupaten dibangun megah, sementara jalan tingkat kecamatan di daerah dibatu pun tidak."
Dengan otonomi daerah, pejabat-pejabat tingkat kabupaten seakan-akan berpesta dengan dana yang ada. Berbagai proyek mercusuar dibangun, kegiatan-kegiatan seremonial yang tidak jelas manfaatnya diselenggarakan. Sementara itu di pelosok, masyarakat harus hidup dengan infrastruktur yang serba kekurangan. Untuk beraktivitas, mereka harus mengumpulkan dana bak pengemis.
Kalau wilayah yang mendapat perlakuan semacam ini adalah daerah yang memang tidak potensial, maka hal ini bisa dianggap wajar. Tetapi nyatanya, seringkali wilayah yang mendapatkan diskriminasi justeru adalah lumbung kekayaan daerah otonom tersebut. Makanya, apakah tidak wajar kalau masyarakatnya kemudian meminta kewenangan administratif tersendiri?
Salah satu problem terbesar dari wilayah diskriminatif adalah ketidakpedulian orang-orang besarnya saat mereka menduduki jabatan. Barulah saat jabatannya tergeser atau terancam mereka mencari dukungan. Dan salah satu upaya mengumpulkan dukungan adalah menampung/menyalurkan aspirasi yang selama ini terpendam, yakni pemekaran. Alhasil, isu pemekaran seringkali baru muncul atau terdengar di saat ada pejabat yang kehilangan jabatan. Otomatis, citra yang muncul kemudian adalah pemekaran tersebut adalah hanya untuk kepentingan politis sang pejabat. Tentu saja, pejabat yang menggeser akan berusaha mempertahankan kewenangannya yang telah susah didapatkan. Salah satu caranya adalah mengupayakan agar saingannya tidak berkuku. Dan karena pemekaran memungkinkan timbulnya peluang baru untuk mendapatkan kuku dari saingannya, pemekaran tersebut harus dihambat.
Timbul suatu pertanyaan: Apakah pemekaran merupakan suatu kepentingan politis seseorang yang tergeser?
Ataukah : Apakah penghambatan pemekaran merupakan suatu kepentingan politis seseorang yang menggeser?
Categories:
Politik Tags:
otonomi